Berkaca dari Negara Jerman, Jangan Tunda Terima Vaksin Covid-19

8 Desember 2021, 23:11 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19 /Pixabay/Gerd Altmann

LAMONGAN TODAY - Masyarakat Jepara dihimbau tak mengulur vaksinasi, ketika telah memperoleh giliran. Hal itu untuk menyegerakan terwujudnya kekebalan kelompok (herd immunity), sekaligus mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Hal itu dikatakan Bupati Jepara, Dian Kristiandi, dalam sosialisasi penanggulangan penularan Covid-19, di GITJ Desa Ngeling, Kecamatan Pecangaan, Senin 6 Desember 2021.

Bupati menginginkan, Kabupaten Jepara jangan sampai mencontoh Jerman, yang terjadi keterpurukan karena lonjakan kasus Covid-19.

Baca Juga: IDI Dorong Masyarakat sebagai Barisan Terdepan Penanggulangan Covid-19

“Padahal awal prokes di sana luar biasa. Hanya karena menolak vaksin, nyatanya banyak korban berjatuhan,” ujar Andi, sapaan akrabnya, seperti dikutip Lamongan Today dari Pemprov Jateng, Rabu 8 Desember 2021.

Dikatakan, belakangan ini, Jerman memberitakan terjadi masa kritis, akibat penularan Covid-19 pada negara itu semakin meluas.

Jumlah kasus infeksi yang bertambah signifikan, sehingga menjadikan fasilitas kesehatan ambruk. Bahkan, sejumlah pasien terpaksa harus dipindahkan ke luar negeri. Keadaan tersebut karena masyarakatnya tidak mau vaksinasi.

Baca Juga: Polres Kapuas Hulu Lakukan Patroli Skala Besar Pencegahan Penularan Wabah Covid-19 Tahun 2021

Untuk itu, pihaknya senantiasa menyampaikan supaya masyarakat terus tertib dalam menjalankan protokol kesehatan dan mendapatkan vaksinasi, supaya bisa mengurangi jumlah penyebaran.

Terutama, mendekati libur Natal dan Tahun Baru 2022, di mana dari pengalaman tahun sebelumnya, ledakan kasus terjadi akibat pergerakan warga yang tinggi di waktu akhir tahun tersebut.

“Kalau banyak di antara kita yang sudah divaksin, misal ada orang datang ke sini kita sudah kuat. Misal tertular, insyaallah itu tidak parah,” tuturnya.

Baca Juga: Kemenag Keluarkan Panduan Pencegahan Covid-19 ketika Peringatan Natal 2021

Kepala Kejaksaan Negeri Jepara, Ayu Agung menjelaskan, vaksinasi adalah hak warga untuk memperoleh layanan kesehatan.

Walau demikian, terdapat juga kewajiban untuk sama-sama berjuang supaya dapat melalui masa pandemi ini. Ayu pun menegaskan, bahwa ada yang mencegah atau melanggar itu ada hukumannya.

“Beberapa ketentuan yang menegaskan itu, Pasal 28 H Ayat 1 UUD RI, Pasal 26 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, Pasal 12 Kovenan Internasional, UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan,” terangnya.

Baca Juga: Penangangan Pencegahan Covid-19, Anggota Polsek Kapuas Hilir Beri Imbauan Terhadap Masyarakat

Di waktu itu, juga diberikan beberapa bantuan, mulai dari bantuan logistik sampai bibit tanaman untuk masyarakat sekitar.***

Editor: Achmad Ronggo

Sumber: Pemprov Jateng

Tags

Terkini

Terpopuler