Ada Bantuan Subsidi dari Kemenag Senilai Rp5,7 triliun, Untuk Apa Saja?

- 27 November 2020, 10:31 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi menyebutkan Kemenag mengalokasikan anggaran Rp5,7 triliun untuk pemulihan ekonomi nasional di bidang agama dan pendidikan agama
Menteri Agama Fachrul Razi menyebutkan Kemenag mengalokasikan anggaran Rp5,7 triliun untuk pemulihan ekonomi nasional di bidang agama dan pendidikan agama /Kemenag

LAMONGAN TODAY -  Kementerian Agama  (Kemenag) mengalokasikan anggaran bantuan untuk pemulihan ekonomi nasional. Bantuan subsidi senilai Rp5,7 triliun ini dialokasikan berkaitan dengan pendidikan agama dan keagamaan.

“Bicara tentang program Pemulihan Ekonomi Nasional di bidang pendidikan agama dan keagamaan, kami mendapat dana secara keseluruhan sangat besar, yaitu Rp5.793.467.955.000,” terang Menag Fachrul Razi dilansir dari laman resmi Kemenag RI, Jumat 27 November 2020. 

Menurut Fachrul, bantuan tersebut adalah amanah yang sangat besar perlu dimanfaatkan dengan baik. 

Baca Juga: Update Harga Emas Hari Ini Jumat, 27 November 2020: Turun Tiga Hari Berturut-turut

Anggaran Rp5,7 triliun tersebut, dialokasikan untuk Subsidi Penyelenggaraan Pembelajaran Jarak Jauh pada Madrasah, Subsidi Kuota Internet untuk Mahasiswa, Bantuan Operasional untuk Pendidikan Keagamaan Islam dan Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an, Bantuan Daring untuk Pondok Pesantren dan Bantuan untuk Guru RA/Madrasah dan Guru Pendidikan Agama Islam.

“Termasuk juga untuk anggaran dukungan Bantuan Operasional Pendidikan untuk menambah unit cost BOS per siswa sebesar Rp100 ribu dan optimalisasi belanja barang,” tutur Fachrul.

Baca Juga: Cara Mudah Cek Daftar Nama Penerima Bantuan Se-Indonesia UMKM Rp2,4 Juta, Bisa Lewat HP Lho!

Anggaran PEN untuk bantuan internet siswa, mahasiswa, dan guru dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Kementerian Agama, telah dialokasikan pada DIPA Unit Eselon I. 

Ditjen Pendidikan Islam misalnya, ada anggaran sekitar Rp1,156 triliun. Jumlah ini dialokasikan untuk 9.958.011 siswa RA/Madrasah dengan total anggaran mencapai Rp987.740.505.000,-. Selain itu, ada 1.123.153 mahasiswa dengan alokasi anggaran Rp168.472.950.000,-. 

Baca Juga: Nama Penerima Bantuan Se-Indonesia UMKM Rp2,4 Ada di Situs pembiayaan.depkop.go.id, Buruan Akses

“Alokasi anggaran ini tidak hanya untuk Islam. Ditjen Bimas Kristen juga ada alokasi anggaran Rp3 miliar untuk 200 Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Swasta (PTKKS),” ujar Fachrul.

Selain itu, Kemenag juga mengalokasikan anggaran di Ditjen Bimas Buddha sejumlah Rp316.200.000 untuk  1.442 Mahasiswa dan 139 Dosen.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Pertandingan Mobile Legends Babak 16 Besar One Esports MPLI, Simak Selengkapnya

 "Anggaran ini bersumber dari revisi anggaran Direktorat Jenderal Bimas Buddha,” lanjutnya.

Unit eselon I lainnya adalah Ditjen Bimas Hindu. Anggaran yang dialokasikan sejumlah Rp 1.645.800.000. 

Anggaran ini untuk membantu Guru Pratama Widya Pasraman, Adiwidya Pasraman, Madyama Widya Pasraman, Utama Widya Pasraman, dan Pendidikan Tinggi Keagamaan Hindu.

Baca Juga: Subsidi Gaji Tahap V Termin 2 Belum Masuk ke Rekening? Ini Penyebabnya, Buruan Cek di Sini

Anggaran diambil dari hasil revisi anggaran Direktorat Jenderal Bimas Hindu.

“Terima kasih sekali kepada pemerintah, betul-betul anak sekolah sekarang mendapat perhatian yang lebih baik, termasuk guru, ustadz, dan pembimbing sekolah. Subsidi ini bukan hanya untuk murid saja, tapi juga gutu, ustadz, dosen dan lainnya yang terkait dengan bidang pendidikan agar tetap bisa mengajar dengan baik meski situasi Covid,”kata Fachrul.***

Editor: Nugroho

Sumber: Kemenag


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x