Hujan Turun di Puncak Musim Kemarau, BMKG Warning Kekeringan

- 22 Agustus 2022, 13:29 WIB
Sumber Foto : BMKG.
Sumber Foto : BMKG. /Akhmad Usmar /

LAMONGAN TODAY - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, memasuki periode puncak musim kemarau 2022.

BMKG meminta masyarakat perlu mewaspadai akan terjadinya bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, hingga suhu dingin yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Masyarakat juga tetap perlu mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem bersifat lokal seperti terjadinya angin kencang dan hujan yang terjadi secara tiba-tiba, kata Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat, Suci Agustisarini dalam keterangan tertulisnya di Praya, Senin.

Baca Juga: Kelakuan Tak Karuan? Berikut Lantunan Doa Agar Akhlak Terpuji

Curah hujan di wilayah NTB pada dasarian II Agustus 2022 didominasi kategori rendah (<50 mm/das), namun di sebagian wilayah Lombok Barat bagian Timur, sebagian Lombok Utara, Lombok Timur, dan Lombok Tengah terjadi hujan dengan intensitas >50 mm/dasarian atau berada pada kategori menengah .

"Curah Hujan tertinggi tercatat terjadi di Pos Hujan Labuhan Pandan, Kabupaten Lombok tengah sebesar 130 mm/dasarian. Sifat hujan pada dasarian II Agustus 2022 di wilayah NTB hampir seluruhnya Atas Normal (AN), hanya di sebagian kecil Sumbawa, Bima, Dompu, dan Kota Bima sifat hujan berada pada kategori bawah normal (BN)," katanya.

Ia mengatakan, update kondisi dinamika Atmosfer terakhir menunjukkan Indeks ENSO berada pada kondisi La Nina Lemah (indeks ENSO : -0.91).

Baca Juga: Kumpulan Link Twibbon HUT TVRI 2022, keren Untuk Update Media Sosial Lengkap Cara Downloadnya

BMKG memprakirakan kondisi La Nina Lemah berpotensi terus berlangsung hingga akhir tahun 2022. Indeks IOD pada dasarian terakhir menunjukkan kondisi IOD Negatif (-0.80), diperkirakan kondisi IOD Negatif berpotensi terus terjadi hingga akhir tahun 2022.

Aliran massa udara di wilayah Indonesia didominasi oleh angin timuran kecuali wilayah Sumatera bagian utara hingga tengah. Terdapat pola siklonik yang terbentuk di wilayah Samudera Hindia barat Sumatera.

Hingga September 2022 Angin Timuran diperkirakan akan tetap aktif dan cenderung mirip dengan klimatologis.

Baca Juga: Lirik Sholawat Ya Robbi Sholli Ala Muhammad - Pembuka Maulid Ad-Diba’i, Arab, Latin, Lengkap Dengan Artinya

Pergerakan MJO saat ini terpantau tidak aktif di wilayah Indonesia dan diprakirakan tidak aktif hingga awal Agustus 2022.

Prediksi anomali OLR secara spasial menunjukkan potensi pertumbuhan awan di sebagian besar wilayah Indonesia terutama di bagian selatan ekuator hingga awal September 2022.

"Rata-rata anomali Suhu Muka Laut sekitar wilayah NTB saat ini berada pada kategori hangat yang diprakirakan kondisi hangat akan menguat hingga Oktober 2022," katanya.

Halaman:

Editor: Nugroho

Sumber: ANTARA


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x