Manfaatkan Inovasi dan Teknologi dalam Mitigasi, PUPR Dorong HATHI Antisipasi Fenomena La Nina

31 Oktober 2021, 20:49 WIB
La Nina biasanya menyebabkan curah hujang tinggi yang bisa menyebabkan banjir dan longsor. /Foto BNPB

LAMONGAN TODAY - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong keterlibatan akademisi dan para ahli terutama yang tergabung dengan Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) untuk menggunakan inovasi dan teknologi dalam memitigasi dan mempersiapkan menghadapi fenomena La Nina.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah mengungkapkan dengan besarnya tantangan pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) misalnya prasarana pengendali banjir, pentingnya menggunakan kemajuan teknologi digital dalam pengelolaan SDA yang terpadu (Integrated Water Resources Management - IWRM) dan diwujudkan lewat penerapan Smart Water Management System (SWM).

"Pengelolaan SDA dapat dilakukan dengan lebih baik dan berkelanjutan, dengan decision support system yang handal berbasis sistem cerdas," kata Sekjen Zainal Fatah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, seperti dikutip Lamongan Today dari ANTARA, Minggu, 31 Oktober 2021.

Baca Juga: Andi Arief Bungkam Hasto: Di Dapil 7 Jatim Saja Terjungkal dan Gagal, Kini Menyamakan Diri dengan Elite

Menurut dia, lewat Pertemuan Ilmiah Tahunan dan Seminar Internasional ini diharapkan HATHI mampu medapatkan inovasi baru supaya semakin siap dan siaga menghadapi kejadian La Nina tahun ini. HATHI menjadi wadah dan sarana para engineers untuk berkarya, diharapkan bisa memberikan solusi kerekayasaaan yang handal dengan mengatasi tantangan pengelolaan SDA di Indonesia.

"Saya ingin mengingatkan kembali bahwa dalam melaksanakan pengelolaan SDA yang berkelanjutan, keterpaduan pendekatan secara struktural dan non struktural sangat penting. Selain itu, pendekatan pengelolaan yang bersifat non-engineering juga tidak kalah penting. Partisipasi seluruh pemangku kepentingan, terutama kelompok masyarakat perlu didorong agar dapat diposisikan sebagai pemeran utama," kata Sekjen Zainal Fatah.

Menurut Zainal Fatah, hasil kajian dari beberapa pihak mengungkap jika kecenderungan peningkatan kejadian bencana hidrometeorologi sebagai sebuah dampak dari perubahan iklim global. Bagi negara tropis semisal Indonesia, perubahan iklim ini berakibat dengan bertambahnya variabilitas pola dan intensitas hujan.

Baca Juga: 6 Tahun Jalin Hubungan Asmara, Kim Woo Bin dan Shin Min Ah akan Menikah November 2021

Sebagai usaha menghadapi fenomena badai La Nina, Kementerian PUPR sudah menyiapkan beberapa langkah semisal mengaktifkan Satgas Penanggulangan Bencana Pusat untuk melakukan pemantauan kepada seluruh infrastruktur yang terdapat di Indonesia supaya dapat mengetahui volume banjir yang mampu ditampung.

Selanjutnya juga melakukan Standar Operasi Prosedur (SOP) siaga bencana semisal mengosongkan 205 bendungan dengan volume tampungan sebesar 4,7 miliar meter kubik.

Kemudian membuka semua pintu pengeluaran 12 kolam retensi dengan volume tampungan 6,8 juta meter kubik dan bendung gerak dengan volume tampungan 65,8 juta meter kubik, mengempiskan 12 bendung karet dengan volume tampungan 7,3 juta meter kubik, membuka tunnel pengendali banjir dan floodway, dan mengoperasikan 192 unit pompa pengendali banjir dengan kapasitas 263,4 meter kubik/detik.

Baca Juga: Profil Deven, Jebolan Indonesian Idol 2018 yang Digandeng Rans Music: Sempat Bintangi Film

Perkiraan La Nina juga dipakai untuk mencegah kecelakaan konstruksi dalam pembangunan bendungan on-going dengan memposisikan petugas di hulu Coffer Dam sejauh 5 –10 km, untuk mengamati pola debit air yang masuk di sungai yang tengah dibangun bendungannya. Selanjutnya, juga menginventarisasi bahan banjiran yang terdapat pada masing-masing BBWS/BWS yang tersebar pada 34 provinsi semisal geobag dan kawat bronjong serta alat berat seperti dump truck, excavator, dan perahu karet, mencakup kesiapsiagaan petugas.***

Editor: Achmad Ronggo

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler