Kutuk Pembuat Petasan dari Al-Qur'an, Wakil Ketua MPR Minta Penistaan Agama Diusut Tuntas

- 15 September 2021, 18:32 WIB
Sebuah petasan diledakan dan kertasnya berserakan ditanah. Diduga petasan tersebut menggunakan bahan dasar diduga dari kertas Alquran.
Sebuah petasan diledakan dan kertasnya berserakan ditanah. Diduga petasan tersebut menggunakan bahan dasar diduga dari kertas Alquran. /Instagram @Ciledug24jam

Baca Juga: Login melalui cekbansos.kemensos.go.id, Ini 5 Syarat Siswa SD, SMP dan SMA dapat Bansos Rp4,4 Juta

Oleh karena itu, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan Dewan Perwakilan Rakyat saat ini sedang menyiapkan RUU Pelindungan Tokoh Agama dan Simbol Agama (RUU PTASA) sebagai upaya untuk memberikan perlindungan terhadap semua Agama yang diakui di Indonesia dan simbol-simbolnya.

“Ini seharusnya bisa menjadi fokus prioritas DPR, agar segera bisa diundangkan, agar kejadian penistaan Agama dan Simbol Agama yang meresahkan masyarakat, tidak terulang lagi,” ujarnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI yang salah satunya membidangi urusan Agama ini mengatakan bahwa dalam draft RUU PTASA itu telah dijelaskan secara rinci mengenai simbol-simbol Agama-agama yang diakui oleh Negara Indonesia dan yang dihormati oleh pemeluk-pemeluknya.

Baca Juga: Harga Mobil Bekas di Bawah Rp 100 Juta. Surabaya dan Bandung Merapat

“Tujuannya adalah selain memberikan kepastian hukum, juga memberi pemahaman terhadap masyarakat agar tidak melakukan pelanggaran hukum berupa penistaan Agama, dan agar Agama dan Simbol Agama yang sangat terkait dengan sila I Pancasila dan pasal 29 UUD NRI 1945, bisa dihormati dan dijaga,” tegas HNW.

Lebih lanjut, HNW menambahkan bahwa RUU PTASA juga mengatur upaya sistematis dalam melakukan perlindungan.

“Jadi, pengaturannya selain memberikan sanksi yang lebih keras, tetapi juga ada upaya preventif, berupa edukasi kepada masyarakat untuk menghormati simbol semua Agama yang diakui di Indonesia itu, sehingga tidak menjadi bahan penistaan, lawakan atau candaan atau hal-hal lain yang tidak meletakkannya pada posisi yang dihormati.

Baca Juga: Buntut Ribuan Orang Positif Covid-19 Berkeliaran di Mal, Satgas Ancam Karantina yang Masih Bandel

“Agar terciptalah kondisi yang lebih kondusif untuk merawat toleransi dan harmoni juga kokoh kuatnya kedaulatan NKRI."

Halaman:

Editor: Nugroho


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X