Musim Hujan, Merapi Berpotensi Banjir Lahar Dingin Warga di Sekitar Kaki Gunung Merapi Harap Waspada

- 4 Februari 2021, 18:00 WIB
Lereng Gunung Merapi
Lereng Gunung Merapi /Dok. BPPTKG/Twitter/

LAMONGAN TODAY - Kepala Pusat Studi Bencana (PSBA) Universitas Gadjah Mada (UGM), Agung Harijoko menharapkan masyarakat yang tinggal di sekitar kaki Gunung Merapi mewaspadai kemungkinan bahaya banjir lahar dingin yang disebabkan oleh endapan material guguran gunung itu selama puncak musim hujan.

"Karena ini musim hujan, kalau hulu sungai ada material lepas, lalu ada hujan lebat, lahar dingin perlu diwaspadai," kata Agung, seperti dikutip Lamongan Today dari Antara, Kamis 4 Februari 2021.

Agung mengaharapkan warga yang tinggal di wilayah sepanjang aliran sungai berhulu Merapi menambah kewaspadaan, terlebih pada dua sungai, yaitu Kali Krasak dan Kali Boyong yang selama ini menjadi sasaran luncuran guguran lava pijar ataupun awan panas.

Baca Juga: Tuai Banyak Keluhan akibat Down Siang Ini, Google Belum Berikan Keterangan

"Mestinya potensi bahayanya sesuai informasi BPPTKG bahwa guguran lava mengarah ke hulu Kali Krasak dan Kali Boyong," kata dia.

Banjir Lahar dingin, kata dia, berbeda dari banjir biasa yang hanya membawa luapan air. Kemungkinan daya rusaknya lebih kuat sebab membawa material batuan dari guguran lava.

Meski begitu, ia memprediksi kemungkinan banjir lahar dingin kali ini tidak sedahsyat 2011 yang melanda Kali Putih.

Baca Juga: Tanggapi Isu Kudeta Ketum Partai Demokrat, Mensesneg: Presiden Tidak Akan Membalas Surat AHY

Dari hasil foto drone Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada 23 Januari 2021, endapan material erupsi Gunung Merapi 2021 yang masih terdapat di lereng gunung mencapai 262.654 meter kubik.

Halaman:

Editor: Achmad Ronggo

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X