Beredar Kabar Gempa Susulan Sulbar Hingga 8,2 Magnitudo, ini Kata Kepala BNPB dan BMKG

- 17 Januari 2021, 13:47 WIB
Kepala BNBP Doni Monardo meminta masyarakat menghiraukan kabar hoaks soal gempa susulan sulawesi barat.
Kepala BNBP Doni Monardo meminta masyarakat menghiraukan kabar hoaks soal gempa susulan sulawesi barat. /BNPB

LAMONGAN TODAY - Gempa yang terjadi di Sulawesi Barat, Jumat 14 Januari 2021 membuat masyarakat setempat panik dan cemas. Terlebih banyak kabar bohong atau informasi hoax berkaitan dengan gempa susulan Sulbar. 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta agar masyarakat Mamuju tidak mudah terpengaruh dengan kabar bohong tersebut. 

Hal tersebut diungkaokan Doni saat melakukan peninjauan lokasi terdampak gempabumi Sulbar bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono dan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Mamuju, Sulbar, Minggu,17 Januari 2021.

Baca Juga: Kemnaker Bocorkan Jadwal Pencarian BLT BPJS Ketenagakerjaan 2021, Buruan Cek di Sini

“Jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Doni sebagaimana disebutkan dalam siaran pers yang diterima Lamongan Today. 

Sebelumnya beredar isu yang mengharuskan masyarakat untuk keluar dari Mamuju setelah sebelumnya didahului dengan adanya informasi hoaks gempa susulan yang lebih jauh besar dari peristiwa sebelumnya.

Dalam hal ini Kepala BMKG juga menanggapi bahwa informasi mengenai himbauan pemerintah untuk mengosongkan wilayah Mamuju adalah tidak benar.

Baca Juga: AS Bocorkan Bukti Baru, Kembali Tuduh Virus Corona Berasal dari Laboratorium China

Pemerintah tidak pernah meminta masyarakat untuk keluar dari Mamuju. Informasi yang dikeluarkan BMKG adalah himbauan masyarakat untuk menjauhi bangunan yang sudah roboh, sehingga diharapkan informasi itu dapat disikapi dengan baik dan tetap tenang.

“Tidak pernah BMKG menyatakan hal seperti itu. Yang kami himbau adalah jauhilah bangunan-bangunan yang sudah runtuh,” jelas Dwikorita.

Halaman:

Editor: Nita Zuhara Putri

Sumber: BNPB


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X