Penyebab Tremor yang Heboh Dibicarakan karena Momen Vaksinasi Jokowi

- 13 Januari 2021, 14:57 WIB
Penyuntik vaksin Presiden Jokowi gemetaran. /Antara Foto/Agus Suparto

LAMONGAN TODAY – Kata tremor mendadak populer di media sosial twitter, Rabu 13 Januari 2021.   Tremor dibicarakan dan dikaitkan dengan momen vaksinasi Presiden Jokowi.

Pada momen vaksinasi yang disiarkan secara live tersebut, terlihat jika penyuntik vaksin Covid-19 kepada Presiden Jokowi ini gemetar.Para netizen kemudian mengkaitkan apa yang dialami oleh penyuntik vaksin tersebut dengan gejala tremor.

Penyuntik vaksin sendiri adalah Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof. Abdul Mutalib. Abdul Mutalib mengaku agak gemetar karena  pertama kalinya menyuntikan vaksin Covid-19 secara live.

Baca Juga: Login pedulilindungi.id, Cara Cek Penerima Vaksin Covid-19 Gratis Cuma Pakai NIK!

 “Menyuntik orang pertama di Indonesia ada rasa juga, tapi tidak ada halangan bagi saya untuk menyuntikkan, pertama saja gemetaran tidak ada masalah tidak ada pendarahan sama sekali di bekas suntikannya,” ungkap Mutalib,” sebagaimana dikutip Lamongan Today dari Antara, Senin 13 Januari 2021.

Lalu apa sebenarnya tremor?  Mengutip dari Alodokter, tremor merupakan gerakan gemetar tidak terkendali yang terjadi secara berulang, tanpa disadari, dan terjadi di satu atau beberapa bagian tubuh.

 Tremor paling sering terlihat dan terjadi di tangan. Namun, gerakan gemetar ini juga bisa terjadi di bagian tubuh yang lain, seperti kaki atau kepala.

Baca Juga: Cuaca buruk, Upaya Pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 beserta Penumpangnya Sementara Dihentikan

Tremor terjadi akibat adanya gangguan di bagian otak yang berfungsi mengatur pergerakan otot.

Tremor dapat dialami sesekali atau terus-menerus. Kondisi ini juga dapat muncul sebagai salah satu gejala dari penyakit lain. Oleh karena itu, kemunculan tremor yang berulang tidak boleh dianggap remeh.

Halaman:

Editor: Nita Zuhara Putri

Sumber: ANTARA, alodokter.com


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X