Mengapa Hari Thanksgiving di Amerika Identik dengan Makan Kalkun? Simak Penjelasannya

- 26 November 2020, 13:20 WIB
Hari libur Thanksgiving di Amerika Serikat identik dengan makan kalkun. /Pixabay.com
LAMONGAN TODAY - Hari libur Thanksgiving di Amerika Serikat biasanya berkisar pada makanan yang melimpah. 

Hidangan khas termasuk isian roti, kentang, saus cranberry, pai labu, dan yang terpenting, kalkun. Lalu, bagaimana kalkun menjadi pusat dari perayaan ini?

Seringkali diasumsikan bahwa menu Thanksgiving berasal dari acara yang biasa disebut sebagai "Thanksgiving pertama". 

Baca Juga: Simak Cara Mendapatkan Event Lucky Star 2020, Ini Bocoran Hadiah dari Mobile Legends

Dilansir Lamongan Today dari brittanica.com, terdapat bukti makanan yang dibagikan antara pemukim peziarah di koloni Plymouth (di tempat yang sekarang disebut Massachusetts) dan orang Wampanoag pada akhir 1621. Namun, tidak ada indikasi bahwa kalkun juga disajikan. 

Untuk daging, Wampanoag membawa rusa dan para peziarah menyediakan “unggas” liar. Sebenarnya, "unggas" itu bisa jadi adalah kalkun, yang berasal dari daerah tersebut, tetapi sejarawan mengira itu mungkin bebek atau angsa.

Terlebih lagi, para peziarah tampaknya tidak menganggap makanan ini sebagai tonggak peringatan khusus. Tidak ada referensi abad ke-17 untuk itu selain surat yang ditulis oleh kolonis Plymouth Edward Winslow. 

Baca Juga: 5 Zodiak Yang Suka Berkata Apa Adanya Walaupun Terkesan Menyakiti

Bagi para peziarah, bersyukur atas panen musim gugur bukanlah konsep baru. Sebagai tradisi yang berakar pada festival panen Eropa dan perayaan keagamaan Kristen, "hari-hari syukur" cukup umum di kalangan penjajah New England. 

Sepanjang era kolonial Amerika, komunitas mengadakan perayaan Thanksgiving tidak resmi mereka sendiri. Saat itu, hanya sedikit orang yang mengaitkannya dengan pemukim Plymouth.

Baca Juga: Harga 8 HP Canggih RAM 8 GB Ini Turun Anjlok Mulai Rp 2 Jutaan, Ada Xiaomi, OPPO, Samsung, Vivo

Namun, pada pergantian abad ke-19, kalkun telah menjadi hidangan populer untuk disajikan pada berbagai acara seperti itu. Ada beberapa alasan untuk ini. 

Pertama, populasi burung cukup banyak. Seorang ahli memperkirakan bahwa setidaknya ada 10 juta kalkun di Amerika pada saat kontak dengan Eropa. 

Halaman:

Editor: Nugroho

Sumber: Britannica


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X