Dibuka Sejak Oktober 2020, Berikut Alasan Bioskop Tetap Sepi Saat Pandemi

- 6 Maret 2021, 19:49 WIB
Ilustrasi bioskop.
Ilustrasi bioskop. /UNSPLASH/Merch HÜSEY

LAMONGAN TODAY - Bioskop Indonesia sudah dibuka mulai Oktober 2020 tetapi jumlah pengunjungnya tetap tidak banyak, salah satu penyebabnya yaitu banyak orang masih takut untuk datang.

Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Djonny Syafruddin mengatakan kini pendapatan bioskop rata-rata hanya 10-15 persen daripada situasi normal. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan keadaan ini, antara lain kekhawatiran, ekonomi dan film yang tayang.

"Pertama, penonton masih ragu datang karena banyak ahli dan sebagainya suka nakut-nakutin sehingga masyarakat jadi khawatir. Kedua masalah ekonomi, ekonomi sekarang kan kita tahu lagi susah," ujar Djonny, seperti dikutip Lamongan Today dari ANTARA, Sabtu 6 Maret 2021.

Baca Juga: Menko Polhukam buka suara terkait KLB Demokrat, bandingkan sikap SBY saat tangani PKB

Faktor berikutnya yang menyebabkan bioskop masih sepi penonton yaitu sedikitnya film yang diputar. Banyak rumah produksi yang tidak mau ambil risiko untuk memutar filmnya di tengah pandemi sehingga beberapa bioskop memutuskan untuk menayangkan film lama.

"Film-film nasional kita belum berani masuk ke pasar bioskop karena banyak pertimbangan-pertimbangan kayak kapasitas penonton 50 persen. Nah film internasional ada 1-2 yang berani terjun payung istilahnya," kata Djonny.

"Tapi 'Doraemon' sudah mau dua minggu tayang, dibandingkan dengan film yang lain-lain hasilnya masih bagus, artinya ini memberi semacam harapan," imbuh Djonny.

Baca Juga: Bukan uang, maling di DKI Jakarta nekat mencuri rongsokan kursi bus

Djonny mengatakan kapasitas jumlah penonton yang sekarang dibatasi hanya 50 persen dari situasi normal bukanlah hal yang mempengaruhi sepi atau tidaknya bioskop dan program vaksinasi yang tengah dilakukan diharapkan bisa memulihkan situasi bioskop.

Halaman:

Editor: Achmad Ronggo

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X